MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM–Warga Sumanna Kampung Parang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Ironisnya, jalan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka ini berada di wilayah perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, sehingga terkesan saling lempar tanggung jawab.
Jalan sepanjang lebih dari dua kilometer itu dipenuhi lubang besar, permukaan yang tidak rata, dan aspal yang mengelupas. Kondisi ini membahayakan keselamatan warga, menghambat aktivitas ekonomi, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Ketua RW 07 Kampung Parang mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan sudah dilaporkan ke pemerintah kota, namun belum ada tindakan nyata. “Kami sangat prihatin dengan kondisi jalan ini. Apalagi hujan deras kerap turun akhir-akhir ini, lubang jalan makin besar, dan permukaan jalan licin. Kalau terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan terganggu, tapi keselamatan warga juga terancam,” ujarnya Senin 27/10/2025
Warga juga mengeluhkan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat jalan rusak. Transportasi barang menjadi sulit, biaya menjadi lebih tinggi, dan roda perekonomian lokal tersendat.
Camat Tamalate, H. Emil Yudianto Tadjuddin, SE., M.Si., saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Namun, karena jalan tersebut masuk wilayah Kabupaten Gowa, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemkab Gowa dan berharap segera ada perbaikan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari kedua pemerintahan, baik Gowa maupun Makassar, terkait nasib jalan rusak yang menyengsarakan warganya.
Ketua DPP KAMI, Idam, menekankan pentingnya perbaikan jalan secara permanen dengan material yang tahan cuaca dan sesuai standar keselamatan. Ia juga menyarankan pembuatan saluran drainase dan monitoring berkala dari dinas terkait, serta keterlibatan warga dalam pengawasan dan perawatan jalan.
Warga Kampung Parang berharap pemerintah Kota Makassar menunjukkan empati dan tindakan nyata. Mereka percaya, ketika pemerintah hadir dengan solusi yang konstruktif, tidak hanya jalan yang diperbaiki, tetapi juga kepercayaan dan kualitas hidup masyarakat ikut meningkat.
Laporan : Pepeng












